shur fenisia dulu punya technology apa sama Nabi sulaiman
Hubungan antara Bangsa Fenisia (Phoenicia) dan Nabi Sulaiman AS (Raja Solomon) tercatat kuat dalam sejarah peradaban kuno dan teks keagamaan. Kota Tirus (Tyre), yang merupakan pusat peradaban Fenisia, dipimpin oleh Raja Hiram I, yang menjadi sekutu dekat Nabi Sulaiman.
Dalam proyek-proyek besar di bawah kepemimpinan Nabi Sulaiman (seperti pembangunan Bait Suci atau Istana), bangsa Fenisia menyumbangkan beberapa teknologi mutakhir pada zamannya:
1. Teknologi Arsitektur dan Teknik Sipil Tingkat Tinggi
Bangsa Fenisia adalah ahli bangunan terbaik di Mediterania pada masa itu. Mereka mengirim arsitek, pemahat batu, dan mandor ke Yerusalem untuk merancang bangunan menggunakan gaya arsitektur Fenisia. Teknologi pemotongan batu modular raksasa milik mereka memungkinkan pondasi bangunan dipasang dengan sangat presisi tanpa membutuhkan semen modern.
2. Teknologi Maritim dan Navigasi Laut (Armada Kapal)
Nabi Sulaiman membangun armada kapal dagang besar di Ezion-geber (dekat Teluk Aqaba). Karena bangsa Israel saat itu bukan pelaut alami, pelaut-pelaut ahli Fenisia bertindak sebagai navigator dan nakhoda kapal. Mereka menggunakan kapal jenis Tarshish yang kuat, dilengkapi teknologi layar dan dayung canggih untuk mengarungi Samudra Hindia dan Mediterania guna membawa ratusan talenta emas dari wilayah Ophir.
3. Teknologi Metalurgi dan Pengolahan Logam (Perunggu & Tembaga)
Nabi Sulaiman terkenal dengan mukjizat atau kemampuan mengalirkan cairan tembaga (seperti yang diisyaratkan dalam Al-Qur'an Surat Saba ayat 12). Di sisi lain, bangsa Fenisia adalah ahli peleburan logam dan pembuatan tungku. Pengrajin dari Tirus bernama Huram membantu melebur perunggu skala masif untuk membuat pilar raksasa (Jakin dan Boas), bejana besar, serta peralatan ornamen istana Nabi Sulaiman.
4. Teknologi Pengolahan Kayu Hidrolik
Kuil dan istana Nabi Sulaiman banyak memanfaatkan Kayu Aras (Cedar) dari Lebanon, wilayah kekuasaan Fenisia. Bangsa Fenisia memotong kayu raksasa ini dengan presisi, lalu menggunakan teknologi transportasi air rakit laut untuk menghanyutkan kayu-kayu tersebut menyusuri garis pantai Mediterania menuju pelabuhan Jaffa sebelum dibawa ke Yerusalem.
5. Teknologi Pembuatan Kaca Transparan
Pada periode peradaban ini, bangsa Fenisia di pesisir Levant juga dikenal sebagai pionir yang mengembangkan teknik pembuatan kaca yang lebih bening dan transparan. Teknologi pengolahan silika/kaca ini sejalan dengan kisah lantai istana Nabi Sulaiman yang sangat bening hingga dikira kolam air oleh Ratu Bilqis (seperti tertulis di QS. An-Naml: 44).