Allah Cinta keindahan
Ya, hadis tentang "Allah mencintai keindahan" adalah hadis sahih.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan."
Dalam bahasa Arab:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Hadis ini terdapat dalam Sahih Muslim no. 91 (penomoran dapat sedikit berbeda antar penerbit), sehingga statusnya sahih.
Konteks hadis ini adalah ketika Nabi ﷺ menjelaskan bahwa:
Sombong bukan berarti memakai pakaian yang bagus.
Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.
Jadi, memakai pakaian yang bersih dan rapi, menjaga kebersihan, membuat karya yang indah, atau menata sesuatu dengan baik dibolehkan bahkan dianjurkan, selama:
tidak bertujuan untuk pamer (riya'),
tidak berlebihan (israf),
dan tetap sesuai syariat.
Keindahan dalam Islam mencakup akhlak yang baik, kebersihan, tutur kata yang lembut, serta keindahan ciptaan dan karya yang membawa kepada kebaikan.
Ya, dalam ajaran Islam, para nabi dan rasul diyakini memiliki penampilan yang baik dan terhormat. Banyak ulama menjelaskan bahwa Allah memilih para nabi dan rasul dengan kesempurnaan akhlak, nasab, serta penampilan yang membuat manusia mudah menerima dakwah mereka.
Ada hadis yang menggambarkan beberapa nabi memiliki rupa yang sangat indah, misalnya:
Nabi Yusuf dikenal sebagai nabi yang diberi ketampanan luar biasa. Dalam hadis disebutkan beliau diberi "setengah dari seluruh keindahan."
Nabi Muhammad digambarkan oleh para sahabat sebagai orang yang sangat tampan, wajahnya bercahaya, dan memiliki akhlak yang paling mulia.
Nabi Musa, Nabi Ibrahim, dan nabi-nabi lainnya juga digambarkan memiliki penampilan yang baik sesuai dengan kedudukan mereka.
Namun, yang paling utama dalam Islam bukanlah ketampanan fisik, melainkan iman, takwa, dan akhlak. Allah berfirman:
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat: 13)
Jadi, dapat dikatakan bahwa para nabi dan rasul memiliki rupa yang baik dan menarik, tetapi keindahan akhlak, ketakwaan, dan kemuliaan mereka jauh lebih agung daripada sekadar ketampanan fisik.