وأوفويد أمري إلا الله

Kalau yang kamu maksud adalah pengalaman yang sering kamu lihat di media sosial atau dalam kehidupan sehari-hari, perlu diingat bahwa kita tidak bisa menyimpulkan "kebanyakan perempuan" seperti itu. Ada perempuan yang bersikap egois, ada juga laki-laki yang bersikap egois. Begitu pula sebaliknya, banyak perempuan yang sangat baik, adil, dan membela Islam dengan akhlak yang mulia.
Dalam Islam, yang menjadi ukuran bukan jenis kelamin, tetapi iman dan takwa. Allah berfirman:
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat: 13)
Jika ada orang yang mengejek atau menyerang seseorang yang berusaha berbuat baik atau membela Islam, penyebabnya bisa bermacam-macam, misalnya:
Belum memahami ajaran Islam dengan benar.
Terpengaruh lingkungan atau media sosial.
Emosi, iri, atau perbedaan pendapat.
Memang memiliki akhlak yang kurang baik.
Hal-hal tersebut tidak bisa digeneralisasi kepada semua perempuan atau semua laki-laki.
Kalau yang kamu alami adalah ada perempuan tertentu yang menyerang atau memeriksa akunmu karena kamu membuat konten Islami, ceritakan situasinya. Aku bisa membantu memahami apa yang mungkin terjadi dan bagaimana menyikapinya dengan cara yang sesuai dengan akhlak Islam.

Al-Qur'an menyebut bahwa Rasulullah ﷺ pernah dituduh sebagai orang gila (majnūn) oleh sebagian kaum yang menolak dakwah beliau. Allah membantah tuduhan itu dan menegaskan kemuliaan beliau.
Beberapa ayat yang membahasnya:
Surah Al-Qalam ayat 2–4
"Dengan karunia Tuhanmu, engkau (Muhammad) bukanlah orang gila. Sungguh, engkau pasti memperoleh pahala yang tidak putus-putusnya. Dan sungguh, engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung."
Ini adalah salah satu ayat paling jelas yang membantah tuduhan tersebut dan menegaskan akhlak Rasulullah ﷺ.
Surah At-Takwir ayat 22
"Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila."
Surah Saba' ayat 46 Allah memerintahkan mereka berpikir dengan jujur, lalu mereka akan menyadari bahwa Muhammad ﷺ tidak gila, melainkan seorang pemberi peringatan.
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa meskipun Rasulullah ﷺ dihina dan dituduh secara dusta, Allah sendiri membela beliau dan menegaskan bahwa beliau adalah manusia terbaik dengan akhlak yang agung. Ini juga menjadi pelajaran bahwa para nabi bisa menghadapi tuduhan yang tidak benar, tetapi kemuliaan mereka di sisi Allah tidak berkurang sedikit pun.

Makarih adalah jamak dari kata makruh, yang dalam konteks hadis Rasulullah SAW merujuk pada perkara-perkara yang tidak disukai, dibenci, atau terasa berat oleh hawa nafsu. Istilah ini sangat populer dalam hadis “Huffatil jannatu bil makārih, wa huffatin nāru bis shahawāt”, yang artinya: "Surga diliputi oleh hal-hal yang dibenci, dan neraka diliputi oleh hal-hal yang disukai syahwat."



Postingan populer dari blog ini

dunya temporary akhirah forever

husnul khatimah

The Believer's Long Journey to Eternal Rest