Ibadah Karna Allah

Al-Qur'an menjelaskan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta langit dan bumi, tetapi manusia diberi pilihan untuk beriman atau tidak.
Beberapa ayat yang menjelaskan hal ini:
Surah Al-Ikhlas (112:1-4): "Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa..."
Surah Al-Baqarah (2:255): Allah adalah Yang Maha Hidup, Maha Mengurus segala sesuatu.
Surah Al-Kahfi (18:29): "Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Maka barang siapa menghendaki, hendaklah ia beriman, dan barang siapa menghendaki, hendaklah ia kafir." Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memberi manusia kehendak untuk memilih, lalu setiap pilihan akan dipertanggungjawabkan.
Surah Al-Baqarah (2:256): "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama..."
Dalam akidah Islam, Allah mampu menjadikan semua manusia beriman. Namun, Allah menciptakan kehidupan sebagai ujian. Karena itu manusia diberi akal, fitrah, dan petunjuk melalui para nabi serta kitab-kitab-Nya. Orang yang memilih beriman akan memperoleh pahala, sedangkan yang menolak setelah datang kepadanya kebenaran akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan keadilan Allah.
Jadi, adanya orang yang mau beriman dan ada yang tidak bukan berarti Allah tidak berkuasa. Justru itu merupakan bagian dari hikmah-Nya dalam menguji manusia, sambil tetap memberikan petunjuk dan kesempatan untuk bertobat hingga akhir hayat.

Postingan populer dari blog ini

dunya temporary akhirah forever

husnul khatimah

The Believer's Long Journey to Eternal Rest