bismillah semoga Allah merahmati
Dalam bahasa Arab, "jannah" (جنة) berasal dari akar kata j-n-n, yang berarti menutupi atau menyembunyikan. Karena itu:
Surga disebut jannah karena dipenuhi pepohonan yang rimbun dan kenikmatannya dahulu tersembunyi dari pandangan manusia di dunia.
Hal-hal yang tidak terlihat juga memakai akar kata yang sama, seperti janin (bayi yang tersembunyi di dalam rahim) dan jinn (makhluk yang tidak terlihat oleh manusia).
Jadi ketika Surah Al-Anbiya membahas para nabi dan kehidupan akhirat, penggunaan kata jannah bukan berarti kemuliaan para nabi disembunyikan. Maknanya adalah bahwa surga merupakan kenikmatan gaib yang Allah siapkan bagi orang-orang beriman.
Adapun kebalikannya adalah jahannam, yaitu tempat azab bagi orang yang kafir dan mendurhakai Allah setelah datangnya kebenaran.
Tentang para nabi, benar bahwa mereka adalah manusia-manusia pilihan dan mulia. Di antara seluruh nabi dan rasul, Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia terbaik. Beliau adalah penutup para nabi (khatam an-nabiyyin), pemimpin para rasul, dan teladan terbaik bagi umat manusia. Allah berfirman bahwa pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik (QS. Al-Ahzab: 21).
Jadi tidak ada pertentangan antara:
Jannah sebagai sesuatu yang gaib dan disiapkan Allah.
Kemuliaan para nabi, yang memang sangat tinggi.
Rasulullah ﷺ sebagai manusia terbaik, yang kedudukannya paling mulia di antara seluruh manusia dan para rasul.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk penghuni jannah bersama para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, dan orang-orang saleh. Aamiin.