shalat 5 waktu itu wajib

Menurut riwayat yang sahih tentang peristiwa Isra dan Mi'raj, ketika Allah mewajibkan 50 kali salat sehari kepada Nabi Muhammad ﷺ, beliau bertemu dengan Nabi Musa di langit. Nabi Musa menyarankan agar Nabi Muhammad kembali memohon keringanan kepada Allah karena beliau mengetahui umat manusia akan merasa berat menjalankannya. Nabi Muhammad beberapa kali kembali menghadap Allah hingga akhirnya kewajiban salat menjadi 5 waktu, tetapi pahalanya tetap seperti 50 salat.
Mengapa Nabi Musa yang berbicara?
Nabi Musa memiliki pengalaman memimpin Bani Israil dalam waktu yang lama. Beliau mengetahui betapa beratnya manusia menjalankan perintah agama secara konsisten.
Allah menghendaki peristiwa itu sebagai bentuk rahmat bagi umat Nabi Muhammad ﷺ. Nasihat Nabi Musa menjadi sebab (wasilah) turunnya keringanan, sementara keputusan akhirnya tetap berasal dari Allah.
Peristiwa ini juga menunjukkan hubungan persaudaraan para nabi. Mereka saling mencintai dan menginginkan kebaikan bagi umat nabi yang lain.
Jadi, bukan karena Nabi Musa lebih berwenang daripada nabi lainnya, melainkan karena Allah menakdirkan beliau menjadi penyampai nasihat berdasarkan hikmah dan pengalaman yang beliau miliki.
Peristiwa ini diriwayatkan dalam hadis-hadis sahih, di antaranya dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.

Postingan populer dari blog ini

dunya temporary akhirah forever

husnul khatimah

The Believer's Long Journey to Eternal Rest