nabi Idris dahulu

Dalam tradisi Islam, Nabi Idris 'alaihis salam sering dikaitkan dengan ilmu pengetahuan, termasuk ilmu menulis, menjahit, dan menurut sebagian riwayat juga ilmu tentang peredaran benda-benda langit (falak). Namun, penting dibedakan antara yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis sahih dengan riwayat sejarah.
Al-Qur'an hanya menyebut Nabi Idris sebagai seorang nabi yang jujur dan diangkat ke tempat yang tinggi (QS. Maryam: 56–57), tanpa menjelaskan bahwa beliau mengajarkan ilmu falak.
Riwayat-riwayat sejarah Islam (Israiliyyat dan sebagian kitab tarikh) menyebutkan bahwa Nabi Idris:
Mengamati matahari, bulan, dan bintang untuk mengetahui pergantian waktu.
Mengajarkan perhitungan hari, bulan, dan tahun.
Menggunakan pengamatan langit untuk menentukan waktu ibadah dan musim, bukan untuk meramal nasib.
Mengembangkan ilmu hisab (perhitungan) yang kemudian menjadi dasar berkembangnya ilmu falak di kalangan umat setelahnya.
Dalam Islam, ilmu falak adalah ilmu yang mempelajari posisi matahari, bulan, dan bintang untuk keperluan syariat, seperti:
Menentukan waktu salat.
Menentukan arah kiblat.
Menentukan awal bulan Hijriah (Ramadan, Syawal, Zulhijah).
Menghitung gerhana.
Ini berbeda dengan astrologi (ramalan bintang), yang tidak dibenarkan dalam Islam.
Jadi, tidak ada dalil sahih yang merinci bahwa Nabi Idris mengajarkan ilmu falak secara lengkap. Hubungan beliau dengan ilmu falak berasal dari riwayat sejarah dan pendapat sebagian ulama, bukan dari nash Al-Qur'an atau hadis sahih. Wallahu a'lam.

Postingan populer dari blog ini

dunya temporary akhirah forever

husnul khatimah

The Believer's Long Journey to Eternal Rest