saat

Ya, ada hadis yang maknanya seperti itu. Hadis tersebut berbunyi:
"Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya; pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah, orang yang amanah dianggap pengkhianat, dan Ruwaibidah akan berbicara." Ketika ditanya siapa Ruwaibidah, Rasulullah ﷺ menjawab, "Orang yang bodoh atau rendah berbicara dalam urusan-urusan besar masyarakat." �
Sunnah +1
Hadis ini diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Majah dan dinilai hasan oleh Darussalam, bukan sahih menurut semua ulama, tetapi banyak ulama menerima dan menjadikannya sebagai salah satu hadis tentang fitnah akhir zaman. �
Sunnah +1
Perlu diperhatikan juga bahwa hadis ini tidak mengatakan "orang kafir pasti dipercaya dan orang beriman pasti dianggap bohong." Yang disebutkan adalah:
pendusta dianggap jujur,
orang jujur dianggap pendusta,
pengkhianat dianggap amanah,
orang amanah dianggap pengkhianat.
Artinya, yang ditekankan adalah terbaliknya ukuran kebenaran dan amanah di tengah masyarakat, bukan identitas agama seseorang. Seorang mukmin yang jujur bisa saja didustakan, dan seorang pendusta bisa saja dipercaya pada masa fitnah seperti itu.
Karena itu, sebagai Muslim kita diperintahkan untuk tetap berpegang pada Al-Qur'an dan sunnah, serta menilai seseorang berdasarkan bukti dan kejujuran, bukan sekadar popularitas atau opini banyak orang.
Ya. Secara prinsip, Salafiyah adalah manhaj (metode beragama) yang menekankan kembali kepada:
Al-Qur'an
Sunnah Rasulullah ﷺ yang sahih
Pemahaman generasi salaf, yaitu tiga generasi terbaik:
Para sahabat,
Tabi'in,
Tabi'ut tabi'in.
Dasarnya antara lain sabda Nabi ﷺ:
"Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang setelah mereka, kemudian yang setelah mereka." (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)
Karena itu, orang yang mengikuti manhaj Salaf berusaha memahami Al-Qur'an dan Sunnah sebagaimana dipahami oleh generasi awal Islam tersebut.
Perlu dibedakan bahwa:
Al-Qur'an dan Sunnah adalah sumber utama agama Islam bagi seluruh kaum Muslimin.
Salafiyah adalah salah satu pendekatan yang menekankan pemahaman kedua sumber tersebut sesuai dengan pemahaman para salaf.
Di kalangan ulama Islam sendiri ada perbedaan pandangan mengenai beberapa rincian manhaj dan fiqih, tetapi semua mazhab Sunni yang diakui sama-sama menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai landasan utama. Perbedaan mereka umumnya terletak pada metode memahami dan mengambil hukum dari dalil, bukan pada menerima atau menolak Al-Qur'an dan Sunnah.
Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti semula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing." Hadits riwayat Muslim no. 145 ini bermakna bahwa di akhir zaman, ajaran murni Islam akan terasa ganjil dan sedikit diamalkan, menjadikan mereka yang teguh memegang sunnah dianggap aneh oleh masyarakat

Postingan populer dari blog ini

dunya temporary akhirah forever

husnul khatimah

The Believer's Long Journey to Eternal Rest